A.
Energi
Dalam Makanan
Kebutuhan
energi (atau kalori) dapat dipenuhi melalui asupan karbohidrat, lemak, dan atau
protein dalam makanan. Energi
diperlukan manusia untuk
bergerak atau melakukan
pekerjaan fisik dan juga
menggerakkan proses-proses dalam tubuh seperti sirkulasi darah, denyut
jantung, pernafasan, percernaan,
dan proses-proses fisiologis
lainnya. Tubuh manusia untuk
bisa bekerja dan
memanaskan tubuhnya harus
selalu disuplai dengan makanan.
Makanan merupakan sumber
energi namun tidak semua energi
yang terkandung di dalamnya dapat diubah oleh tubuh ke dalam tenaga
kerja akan tetapi sisanya diubah menjadi
panas. Apabila badan
kita tidak melakukan
kerja fisik maka energi
yang dibebaskan oleh
makanan seluruhnya diubah
menjadi panas yang kemudian
dikeluarkan dari tubuh.
Banyaknya energi
yang dihasilkan oleh makanan dapat diukur atau ditentukan
dengan:
a. Cara
langsung yaitu dengan memakai alat yang disebut “Bomb Calorimeter”.
b. Cara tak
langsung yaitu dengan
perhitungan kadar karbohidrat,
lemak,dan
protein.
Unit untuk
mengukur energi adalah
kalori (=kal) dimana
satu kalori menyatakan banyaknya
panas yang dipakai
untuk menaikkan suhu
satu liter air setinggi
satu derajat Celsius.
Dalam Bomb Calorimeter
oksidasi 1 gram karbohidrat menghasilkan 4.1 Kalori,1
gram lemak 9.45 Kalori, dan 1 gram protein 5.65
Kalori. Di dalam
tubuh baik karbohidrat,lemak,maupun protein
tidak seluruhnya dapat terbakar,karena adanya
kehilangan-kehilangan dalam proses pencernaan dan
ekskresi. Karena itu
oleh Atwater dan
Bryant disarankan agar dilakukan reduksi
sebanyak 2% untuk
karbohidrat,5 % untuk
lemak, dan 29,2% untuk protein,sehingga setelah dihitung
dengan pembulatan-pembulatan diperoleh angka sebagai berikut:
1 gram
karbohidrat ………………………………… 4 Kalori
1 gram
lemak ……………………………………… 9 Kalori
1 gram
protein …………………………………….. 4 Kalori
Angka-angka tersebut
kemudian dikenal sebagai
“Faktor Atwater” yang
biasa
digunakan
dalam memperhitungkan nilai energi makanan atau bahan makanan.
Kecukupan energi dalam sehari
menurut usia
|
Umur
(tahun)
|
Kecukupan energi (Kkal/kgBB)
|
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|
|
0-1
|
110-120
|
110-120
|
|
1-3
|
100
|
100
|
|
4-6
|
90
|
90
|
|
6-9
|
80-90
|
60-80
|
|
10-14
|
50-70
|
40-55
|
|
14-18
|
40-50
|
40
|
Distribusi Energi
|
Sumber
|
Distribusi energi (%)
|
|
|
Bayi dan balita
|
Dewasa
|
|
|
Protein
|
9-15
|
10-15
|
|
Karbohidrat
|
45-55
|
60-70
|
|
Lemak
|
35-45
|
20-25
|
B.
Penyakit
Keracunan Makanan
Keracunan makanan atau food poisoning dalahpenyakit gastroenteritisakut
yang hampir terjadi setiap saat di Indonesia.hal ini disebabkab karena makanan
terkotaminasi oleh bakteri hidup atau oleh toksin yang di hasilkannya atau oleh
zat-zat anorganik dan racun yang berasal dari tanaman atau binatang.
Karateristik keracunan makanan okeh bakteri berupa
penderita menyantap makanan yang sama, menyerang banyak orang dalam waktu yang
bersamaan,sumber penyebabnya sama, dan gejala yang mirip orang satu dengan
lainnya.keracunan makanan yang di sebabkan tidak oleh bakteri biasanya
memiliki selalu menunjukan gejala yang
sama, dan tidak pada waktu yang bersamaan, namun tetap membahayakan kesehatan
manusia.
keracunan mekanan berdasarkan penyebabnya di bedakan
atas dua yaitu :
1. Keracuan
makanan akibat bakteri (bacterial food poisoning)
·
Salmonella food poisoning
Adalah
penyakit zoonosis (berasal dari hewan) yang terdapat dimana-mana, ditularkan
kepada manusia melelui ternak yang terkontaminsi , seperti daging, susu, telur,
atau terkontaminasi oleh urin atau feses tikus. Mikroorganisme ini
berkembang baik didalam usus dan
menimbulkan gejala penyakit gastroenteritis akut brrupa mual, muntah, diare,
sakit kepala, nyeri abdominal, dan demam.
·
Stephylococcal food poisoning
Keracunan
makanan yang disebabkan oleh enterotocsin yang dihasilkan oleh sterphylococcus
aureus. Kuman stafilococuus akan mati pada saat makanan dimasak, tetapi
enterotoksin tahan panas pada suhu 100º C selama beberapa menit. Stafilococcus
banyak ditemikan didalam tubuh, seperti hidung, tengorokan dan kulit manusia
serata debu pada kamar dan menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang.
Ditemukan pada makanan , seperti salads, susu dan makanan lain yang telah
terkontaminasi oleh bakteri ini. Masa inkubasi relatif pendek 1-6 jam karen
disebabkan oleh toksin.
·
Botulisme
Penyakit
gastroenteritis akut yang disebabkan oleh eksotoksin yang dihasilkan oleh clostridium botulinum .
bakteri ini bersifat anaerobik , banyak ditemukan ditanah, debu dan dalam
saluran usus binatang dan berbentuk spora dalam makanan kaleng.masa inkubasi
cepat selama 12-36 jam, gejala penyakit ini berbeda dengan yang lain karena eksotoksis bekerja
pada sistem syaraf parasimpatis berupa
gejala gastrointestinal ringan, akan tetapi yang dominan adalah disfagia, diplopia, ptosis, disartria, kelemahan
pada otot dan kadang-kadang kuadriplegia, demam biasa, tidak ada penurunan
kesadaran namun fatal . kematian terjadi pada waktu 4-8 hari disebabkan
kegagalan pernafasan dan jantung.
·
Cl. Perfringens food poisoning
Mikroorganisme
clostridium perfrigens(Cl. wechii) ditemukan pada kotoran manusia dan hewan ,
tanah, air dan udara. Penularan terjadi pada umumnya pada penyantapan makanan.
Berupa daging hewan ternak yang sudah dimasak selama 24 jam atau lebih dan
kemudian dipanaskan kembali sebelum dimakan. Maka inkubasi selama 6-24 jam
patogenesis Cl. Pertrigens belum banyak diketahui. Bakteri ini berkembang biak
pada suhu 30ºC dan memproduksi berbagai
macam toksi seperti alfa toksin dan beta toksin. Dan diduga alfa toksin adalah eksotoksin penyebab penyakit dan Cl.
Pertrigens banyak di dalam makanan yang menyebabkan keracunan makanan. Gejala klinis berupa nyeri
perut, diare, lesu dan sufebris. Mual
dan muntah jarang terjadi , cepat sembuh dan tidak fatal.
2. Keracunan
makanan tidak diakibatkan oleh bakteri (non-bacterial food poisoning)
a. Keracunan
oleh tumbuh-tumbuhan
·
Keracunan singkong
Ada jenis
singkong yang di jadikan bahan tepung sagu yang mengandung asam sianida yang
beracun sehingga perlu proses yang lebih
dan baru bisa dimakan setelah menjadi tepung. Gejala yang timbul berupa mual,
muntah, pernafsan cepat dan sianosis dan kesadaran menurun sampai koma
·
Keracunan Jengkol
Apa bila
jengkol dikosumsi secara berlebihan akan mengakbatkan penumpukan dan
mengkristal asam jengkol di ginjal sehingga menyebabkan rasa mual, muntah,
nyiri perut hilang timbul sangat mirip
dengn kolik ureter, merasa skit bila buang air kecil, kencing berbau jengkol,
dan dapat terjadi uremia dan kematian
·
Datura stromonium (APEL)
Mengandung
stromonium alkaloida . gejala klinik
mirip denga keracunan atropin. tiadak ada terapi-terapi yang spesifik untuk racun-racun
ini. Gejala ganguan saraf perifer yang ditimbulakn oleh atropin dapat
diantagonis dengan pilokarpin, tapi
tidak berpengaruh pada gejala gangguan otak . untuk mengeluarka racun dapat
dilakukan dengan induksi muntah untuk
mengosongkan lambung atau melakukan bilasan pada lambung.
b. Keracuan
kearng dan ikan laut
Gejalanya dapat terjadi 30 menit atau kurang setelah
makan makanan tersebut, berupa kemerah- merahan pada muka, dada, lengan,
gatal-gatal, urtikaria, angioderma, edema, takikardi, sakit perut dan diare,
serta dalam ganguan berat dapat terjadi ganguan pernafasan.
c. Keracunan
bahan-bahan kimia
Bahan-bahan kimia yang dapat meninmulkan keracunan
antara lain : berupa zat pewarna makanan , logam berat, bumbu penyedap dan
bahan pengawet. Atau zat kimia yang beracun yang ada dalam makanan yang tidak
sengaja atau tidak diketahui miasanya : natrium klorida yang disangka susu
atau barium bikarbonat yang disangka
tepung.
C. Stimulasi Gizi Pada Tumbuh Kembang Otak Dan Kecerdasan
Mengkonsumsi makanan bergizi
lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan otak anak harus menjadi
perhatian dari para orang tua. Seperti yang dilansir dari laman situs
www.depkes.go.id bahwa kecerdasan manusia sangat erat kaitannya dengan Asupan Gizi Dan Nutrisi. Seorang anak yang mengalami gangguan akibat
kekurangan iodium akan mengalami kehilangan kecerdasan sebesar 10 - 50 IQ
point. Pada usia diatas 1 tahun bayi sudah mulai menajamkan gerak motorik kasar
dan motorik halus yang sangat didukung oleh pertumbuhan dan perkembangan otak.
Pada usia 0-3 tahun pertumbuhan sel-sel otak berlangsung sangat cepat dan pada usia 4-5 tahun pertumbuhan tersebut akan mencapai tahap sempurna.
Pada usia 0-3 tahun pertumbuhan sel-sel otak berlangsung sangat cepat dan pada usia 4-5 tahun pertumbuhan tersebut akan mencapai tahap sempurna.
Faktor
utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak bayi adalah nutrisi atau gizi yang
diberikan, terlebih pada periode percepatan
pertumbuhan otak. Ada banyak zat gizi
yang diperlukan untuk perkembangan otak anak bayi yaitu protein dan asam
amino, AA-DHA, gangliosida, kolin, serta zat gizi mikro (zat besi, zat seng,
tembaga, iodium, folat.
Selain nutrisi, stimulasi memegang peranan sangat penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang. Penting untuk diingat bahwa sinaps akan menghilang secara spontan bila tidak digunakan.
Selain nutrisi, stimulasi memegang peranan sangat penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang. Penting untuk diingat bahwa sinaps akan menghilang secara spontan bila tidak digunakan.
Menurut Pek hiem liang (1986) menyatakan bahwa
perkembangan intelektual serta fisik anak
berusia 5-15 tahun banyak dipengaruhi
oleh status gizinya selama masa
prasekolah. Sel-sel otak janin telah tumbuh dan berkembang sejak bulan pertama
dalam kandungan. Membelah cepat hingga 100 sel,sampai sesuai tempat dan
fungsinya masing-masing.sejak kehamilan 6 bulan . sel sel itu saling
berhubungan membentuk rangkaian fungsional (sirkuit) yang komplenks. Proses itu
berlangsung sangat cepat dan komples hingga berusia 3 tahun dan akan melambat
di usia sekolah dan remaja.
Kualitas kecerdasan anak tergantung pada pembentukan sirkuit pada saat usia
3 tahun. Kualitas sirkuit tergantung pada kualitas rangsangan yang didapat
sejak usia dalam kandungan hingga usia 3 tahun pertama dan kualitas nutrisi.
Oleh karena itu nutrisi dan stimulasi dini sangat penting.
Zat –zat gizi yang penting utuk perkembangan otak
janin dalam kandungan antara lain :
a. Energi
Untuk memetangkan sel-sel neuron demi kelangungan
proses bekerja otak. Diperoleh dari glukosa yang dikenal sebagai energi utama,
dibutuhkan 50 % glukosa untuk metabolisme otak.
b. Protein
Sebagai pembentuk jaringan baru. Salah satu
pembentuk sel-sel otak dan penghantar influs di otak. Diperoleh dari daging
hewan, kacang-kacangan dan lain-lain
c. Vitamin
Vit A : untuk pertumbuhan
Vit B1 dan B2 : penghasil energi
Vit C : sintesis protein dan penyerapan zat besi
Vit D : penyerapan kalisum
Asam posfat : untuk
mengurangi NTD (neural tube defects ) atau kelainan susunan sel syaraf pusat
yang dimulai minggu ke 3 kehamilan
d. Mineral
Kalsium : Untuk
pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin diperoleh dari susu,
kacang-kacangan dan lain-lain.
Zae besi : penbetukan hemoglobin, kekebalan tubuh dan
proses pembentukan miyelin di otak , sumber : sayuran berwarna hijau, hati dan
daging
Yodium : metabolisme
energi, pembentukan hormon tiroid, perkembangan sistem saraf pusat dan
pertumbuhan otak serta proses mylinisasi syaraf-syaraf otak.
e. Asam
lemak esensial
DHA (dokosaheksaenoat) dan AA (asam araakidonoat)
Sangat penting untuk
perkembangan sel otak, retina dan jaringan lemak otak dan antar koneksi sel
otak.
f. Omega
3 dan omega 6
Omega 3 untuk
Perkembangan otak, sel syaraf, dan indra penglihatan sedangkan omega 6 untuk
membantu perkembangan otak janin
g. Kolin
Semua nutrisi ini harus
didapatkan oleh janin dalam kandungan agar perkembangan otaknya berkembang
secara optimal sejak ia dalam kandungan.
Selain gizi yang harus dicukupi sejak dalam
kandungan , kecukupan gizi setelah janin itu lahir juga harus dicukupi oleh
ibunya.
Asi merupakan makanan pertama bayi, bayi yang baru
lahir harus diberi ASI eksklusif sebaiknya sampai usia 6 bulan, baru setelah
itu diberi makanan tambahan. Dan ASI memiliki seluruh kandungan gizi yang
dibutuhkan untuk perkembangan sel saraf otak dan meningkatkan kecerdasan bayi.
Juga dalam ASI mengandung protein yang tinggi, taurin, DHA dan AA. Taurin
berfungsi untuk neurotrasmiter (pengantar rangsangan sel-sel saraf otak) dan
berperan penting dalam pematangan sel otak. DHA dan AA adalah rangkaian panjang
lemak tak jenuh yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak.
Dan untuk perkemabangan otak anak ada beberapa zat
gizi yang berperan penting:
1. Energi
dan Protein
Energi dan protein berperan penting dalam
perkembnagan otak, kekuramgan zat ini dapat menyebabkan otak anak tidak dapat
berkembang secaraoptimal sehingga
mengakibat ganguan motorik dan kecerdasan.
2. Asam
lemak omega 3
Jenis banyak dikenak linilenat fungsinya Untuk
perkembangan sel saraf, otak, indra penglihatan.
Sumber
:sayur berwarna hijau, daging, kacang-kacangan
3. Asam
lemak omega 6
Bersama DHA berperan penting untuk perkembangan otak
anak.
Sumber
: minyak nabati, minyak kedelai dan minyak mata hari
4. Asam
lemak omega 9
Menyuburkan pertumbuhan sel-sel otak dgn memanbah jumlah sel-sel otak
serta menambah volume otak
Sumber
: kacang-kacangan, minyak kelapa sawit ,daging
5. DHA
dan AA
Sebagai Penyusun saraf dan otak bayi, mata,
pembentukan ajringan leamk otal (mylenisasia) dan interaksi antar sel saraf
otak.
6. Vit
B
Vit B1 : melindungi sel-sel saraf dan jaringan sel
pusat,
Vit B3 : menjaga keseimbangan kerja sel-sel saraf
Vit B6 : pembentuk sel darah
merah dan membantu penyerapan karbohidrat, protein dan lemak
Vit B12 : pembentukan tulang belakang
7. Zat
besi(Fe)
Pembentukan sel darah merah
Sember : sayuran berwarna hijau tua, daging, hati,
serelia, ikan
8. Seng
(Zn)
Membantu otak mengantar informasi genetik dalam sel,
pembentuk sel-sel baru tubuh termasuk otak , kekurangan dapat menyebabkan
ganguan fungsi otak dan dapat berpengaruh dalam perkembangan otak.
Sumber
: hati, ayam, daging, seafood, susu, biji-bijian.
D. Gizi Mikro dan
Makro
Berdasarkan
jumlah zat gizi dibedakan atas :
a.
Zat
gizi makro
Adalah
zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah dengan satuan gram yang dibutuhkan
oleh tubuh. Zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh adalah karbohidrat,
protein dan lemak.
1.
Karbohidrat
|
Kekurangan
|
Kelebihan
|
|
·
Gula darah menurun
·
Adrenalin kurang,
badan menjadi lemes, kurus
·
Untuk balita rentan
terserang penyakit marasmus/busung lapar
·
Metabolisme tubuh yang lambat
|
· Overweight (kelebihan berat badan) dan
obesitas
· Diabetes karena gula darah meningkat, dapat
pula mengakibatkan kencing manis
· Jantung koroner.
|
2.
Protein
|
kekurangan
|
Kelebihan
|
|
·
Terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di hati
sehingga lama-kelamaan hati bisa menjadi keras
·
Mengganggu pertumbuhan badan, system
kekebalan dan mengurangi kemampuan sel untuk memperbaiki jariingan yang rusak
·
Mengganggu produksi enzim dan hormone
·
Terjangkitnya penyakit busung lapar atau
kwashiorkor
·
Rambut akan rontok, karena hampir 100% rambut
terdiri dari protein keratin
|
· Menambah berat kerja karena ginjal harus membuang sisa
metabolisme protein yang sudah tidak terpakai lagi dan jumlahnya cukup banyak
· Tulang akan kehilangan
kalsium, karena banyak yang terbuang.Hal ini dapat menyebabkan penyakit
osteoporosis
· Akan mengganggu jantung
akibat dehidrasi
· Meningkatkan kadar keasaman
darah dalam tubuh.
· Dapat menyebabkan alergi
terutama pada protein hewani
|
3. Lemak
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
·
Lemahnya penyerapan
vitamin
·
Depresi
·
Daya ingat yang lemah
·
Sulit konsentrasi
·
Tubuh akan selalu
kedinginan
|
·
Akan
mengidap penyakit jantung koroner
·
Obesitas
·
Rentan
terkena kanker karena dalam lemak terdapat karsinogen.Contoh kanker yang
biasa terjadi adalah kanker payudara, prostat dan kanker usus
·
Diabetes
·
Rentan
terhadap penyempitan arteri, sehingga organ vital seperti jantung,otak atau
ginjal akan kekurangan darah
·
Gagal
ginjal
·
Akan
mengalami stroke
|
b.
Zat
gizi mikro
Adalah
zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit. Zat gizi yang termasuk zat
mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk
sebagian besar mineral dan vitamin. Untuk perkembangan, pertumbuhan dan
kesehatan.
1.
Vitamin A
|
Kekurangan Vitamin A :
·
Gangguan penglihatan buta ayam
·
Hambatan pertumbuhan
·
Turunnya kualitas kulit dan rambut
·
Gangguan pernafasan
·
Menurunnya daya tahan tubuh
·
Diare dan komplikasi campak
|
Kelebihan Vitamin A
·
Membebani kerja hati
·
Kulit kering bersisik
·
Pembengkakan hati
·
Iritasi kulit
|
2.
Vitamin B1
|
Kekurangan
Vitamin B1
·
Beri-beri basah dan kering
·
Kekurangan energi otot jantung
·
Kurang nafsu makan
·
Gangguan absorbsi
·
Sakit pada bagian abdomen
·
Keletihan, lemah badan, hilang selera maka.
·
Kegelisahan, gangguan tidur.
·
Hilangnya kontrol saraf
|
·
Kelebihan Vitamin B1
·
Gemetar
·
Abnormalitas detak jantung
|
3. Vitamin
B6
|
Kekurangan vitamin B6
·
Kejang dan anemia.
·
Kulit bersisik
·
Gatal-gatal
·
Terganggunya pertumbuhan gigi
·
Sawan
|
·
Kelebihan Vitamin B6
·
Kesulitan dalam berjalan, karena mempengaruhi saraf.
·
Kaki mati rasa
|
4. Vitamin
B9
|
Kekurangan vitamin B9
·
Mengalami gangguan kontrol buang air besar dan buang air kecil
·
Tidak bisa berjalan tegak
·
Emosi yang tinggi
|
5. Vitamin
B12
|
Kekurangan vitamin B12
·
Anemia
·
Menurunkan daya ingat
·
Menimbulkan gangguan pendengaran
·
Hilang nafsu makan.
·
Refleks menurun
·
Menyebabkan kebodohan
|
6. Vitamin
C
|
Kekurangan vitamin C :
·
Bibir pecah-pecah
·
Anemia
·
Gusi berdarah
·
Mudah lelah
|
Kelebihan vitamin C
·
Peningkatan jumlah air kencing
·
Muntah
·
Sakit kepala
|
7. Vitamin
D
|
Kekurangan vitamin D
·
Bisa memiliki kelainan tulang. Kaki O atau kaki X
·
Terlambat berjalan
·
Terhambatnya pertumbuhan
·
Lemah sendi
|
·
Kelebihan vitamin D
·
Dehidrasi
·
Mual
·
Hilang nafsu makan
·
Gelisah
|
8. Vitamin
E
|
Kekurangan vitamin E
·
Rambut rontok
·
Anemia
·
Menekan produksi antibodi
·
Reflek menurun
·
Penurunan daya serap usus
·
Sulit berjalan
·
Kelemahan otot
|
·
Kelebihan vitamin E
·
Sakit kepala
·
Badan menjadi lemah
|
9.
Vitamin K
|
Kekurangan vitamin K
·
Gusi berdarah
·
Perdarahan pada bayi baru lahir
|
·
Kelebihan vitamin K
·
Sakit kuning
·
Kerusakan otak
·
Keracunan
|
10. Zat besi (fe)
|
Kekurangan :
·
Anemia
·
Gangguan perkembangan motorik
·
Gangguan tingkah laku
·
Gangguan fungsi berfikir kognitif
·
Menurunkan daya konsentrasi dan kekebalan tubuh
|
·
Kelebihan Fe
·
Kerusakan usus
·
Diare
·
Keracunan
|
11. Iodium
|
Kekurangan iodium
·
Terjadi kretinisme
·
Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan
·
Pembesaran kelenjar tiroid.
|
·
Kelebihan Iodium
·
Hipertiroidisme, yaitu penyakit hipertiroidisme atau tirotoksikosis merupakan
sejenis penyakit tiroid yang terlampau aktif yang menyebabkan penghasilan
berlebihan hormone tiroid iaitu T4 dan T3 oleh kelenjar tiroid
|
SUMBER
:
http://dokterindonesiaonline.com/2012/10/24/kebutuhan-mikronutrien-dan-dampak-kekurangannya-pada-anak/, diakses tanggal 21 september 2014-09
Graha.
Chairinniza k, 2010. 100 questions and answes. Jakata: pt elex media komputindo
(Online) http://books.google.co.id
Candra, Budiman. 2009. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta :
penerbitan buku kedokteran (Online) http://books.google.co.id
Ferdi , bulan
Ayu, dkk.2009 . Menu Sehat Dan Permainan Kreatif Untuk Meningkatkan Kecerdasan
Anak. Jakarta: gagas media (online) http://books.google.co.id
0 komentar:
Posting Komentar